Dalam kesempatan itu, salah satu perusahaan peserta pameran PT Trimitra Buana Engineering mengatakan pihaknya melakukan berbagai inovasi dalam upaya untuk menjawab tantangan kemandirian energi dalam negeri.
Direktur Utama PT Trimitra Buana Engineering Bima Indrajaya menyatakan salah satu inovasi perusahaan yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur itu saat ini adalah produk energi terintegrasi cerdas yang disebut ENERGIA.
Ia menjelaskan, sistem energi terintegrasi tersebut menggabungkan Battery Energy Storage System (BESS), Energy Management System (EMS), dengan berbagai sensor early warning system, dan pemantauan operasi real time berbasis cloud.
“Teknologi ini menghadirkan sistem kelistrikan yang lebih andal, cerdas, efisien, serta mendukung pemanfaatan energi terbarukan di berbagai sektor strategis,” katanya.
Inovasi tersebut, lanjutnya, merupakan hasil kompetensi sumber daya lokal dalam rekayasa, integrasi sistem, dan pengembangan teknologi berkelanjutan. Keberhasilan transisi energi, menurutnya, ditentukan penguasaan engineering dan teknologi serta kolaborasi pelaku energi dan sinkronisasi peta jalan dengan regulasi yang adaptif.
“Dengan inovasi berkelanjutan, kami optimistis Indonesia mampu bertransformasi dari pengguna teknologi, menjadi pencipta solusi yang berdaya saing di tingkat regional maupun global, dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” katanya.


