Surabaya, 20 September 2024 – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan harga barang kebutuhan pokok (bapok). Dengan menjaga keseimbangan harga, ibu rumah tangga dapat berbelanja dengan tenang dan petani dapat merasakan keuntungan. Kementerian Perdagangan memastikan stabilitas harga bapok menjelang menjelang hari besar keagamaan nasional dan kegiatan besar nasional seperti pemilu kepala daerah (Pilkada) yang tahun ini akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada November 2024.
Demikian penegasan Mendag Zulkifli Hasan usai meninjau Pasar Soponyono, Surabaya, Provinsi Jawa Timur hari ini, Jumat, (20/9).
“Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan harga dengan mengatur harga bapok agar tidak terlalu tinggi sekaligus tidak terlalu rendah. Pemerintah juga terus memantau bapok agar keseimbangan harga tetap terjaga serta menguntungkan petani dan konsumen,” tegas Mendag Zulkifli Hasan.
Turut mendampingi Mendag dalam tersebut yaitu Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan dan Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendag Bambang Wisnubroto.
Menurut Mendag Zulkifli Hasan, harga bapok menjadi ukuran sangat penting bagi denyut perekonomian daerah. Dalam pantauan kali ini, Mendag Zulkifli Hasan melihat harga bapok terpantau stabil. Bahkan, sejumlah komoditas cenderung dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET).
“Harga bapok di Pasar Soponyono stabil karena pasokannya lancar, bahkan cenderung murah. Masyarakat yang berbelanja senang,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.
Berdasarkan pantauan di Pasar Soponyono kali ini, gula pasir ada di harga Rp17.500/kg, minyak goreng kemasan premium Rp20.000/liter, tepung terigu Rp13.000/kg, daging ayam Rp34.000/kg, telur ayam Rp26.000/kg, cabai merah keriting Rp30.000/kg, cabai merah besar Rp25.000/kg, bawang merah Rp30.000/kg, dan bawang putih kating Rp40.000/kg.
Mendag Zulkifli Hasan menegaskan, pemerintah akan menjaga keseimbangan harga bapok agar menguntungkan konsumen dan petani dengan terus memantau bapok secara berkala ke pasar- pasar pantauan pemerintah.
